"Belajar adalah kewajiban manusia....Info terbaru corona kunjungi https://www.covid19.go.id/"

Mengubah Ganguan Medsos pada PJJ Menjadi Bermanfaat


Sudah lebih dari setahun pandemi covid-19 masih saja melanda di negeri ini. Pemerintah masih selalu memperpanjang model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah. Walaupun sudah ada beberapa sekolah yang telah melaksanakan uji coba Pertemuan Tatap Muka (PTM), namun melihat kondisi pandemi yang belum juga surut uji coba PTM ini masih terus di evaluasi demi keselamatan peserta didik dan guru.

Pelaksanaan PJJ di sekolah pada masa pandemi ini masih saja belum maksimal dibandingkan dengan pembelajaran dengan tatap muka. Pada awal-awal dulu kendala peralatan yang digunakan baik itu handphone maupun laptop serta kuota internet menjadi permasalahan yang paling banyak.

Seiring dengan pelaksanaan PJJ yang sudah berjalan lebih dari setahun ini permasalahan peralatan maupun kuota sekarang sudah tidak lagi menjadi masalah. Peserta didik rata-rata sudah memiliki handphone untuk mengikuti PJJ. Selain itu subsidi kuota dari Kemdikbud maupun dai sekolah juga sudah bisa membatu kebutuhan kuota peserta didik. 

Sayangnya kegiatan PJJ saat ini masih penuh dengan berbagai macam gangguan. Gangguan utama pada pelaksanaan pembelajaran yang memanfaatkan HP ini adalah gangguan dari Media Sosial. Salah satu media sosial yang mengganggu konsentrasi peserta didik adalah YouTube. 

Dikutip dari Beritasatu.com, YouTube masih menjadi media sosial terpopuler di Indonesia. Angka pengguna media sosial YouTube mencapai 94% dengan rentang usia berada di kisaran 16 hingga 64 tahun.

Selain YouTube, media sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, Instagram serta Tiktok dapat mengganggu konsentrasi peserta didik dalam melakukan PJJ. Bahkan Tiktok menjadi sangat populer di kalangan usia remaja pada saat ini.

Selain media sosial tersebut, game online di handphone juga banyak dimainkan oleh peserta didik dirumahnya masing-masing. Mereka dapat main secara bersama “mabar” dengan teman-temannya walaupun berada di rumah masing-masing.

Peserta didik dengan fasilitas handphone dengan kuota yang dimilikinya secara tidak sadar akan lebih suka membuka medsos ataupun main game online. Mereka bahkan jarang sekali membuka materi pembelajaran online yang diberikan gurunya. Peserta didik bahkan dapat bermain game online selama berjam-jam.

Akibatnya muncul rasa malas yang sangat susah untuk dilawan dan juga sulitnya berkonsentrasi ketika belajar pada peserta didik.  Terlebih ketika guru lebih sering memberikan banyak tugas yang membuat para peserta didik semakin bosan dan stress ketika belajar.

Hal tersebut di atas menjadi permasalahan serius bagi pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi ini. Penyampaian materi pembelajaran tidak akan bisa maksimal diterima oleh peserta didik. Bahkan dengan materi yang sudah disederhanakan dari kurikulum seharusnya tidak akan sampai ke peserta didik.

Untuk itu guru dituntut dapat melaksanakan pembelajaran yang kreatif serta menyenangkan dalam menyampaikan materi. Selain itu guru juga tidak boleh ikut-ikutan lengah dengan sibuk sendiri bermedsos dalam layar smartphonenya.

Salah satu pembelajaran kreatif adalah guru dapat memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran. Media sosial yang banyak disukai oleh para peserta didik antara lain adalah TikTok. Maka kita dapat memanfaatkan media sosial TikTok ini untuk membuat video pembelajaran berdurasi pendek yang harapannya dapat disukai oleh peserta didik. Video pembelajaran dapat kita sesuaikan dengan materi pembelajaran yang kan kita berikan.

Selain itu di Tiktok juga dapat manfaatkan media sosial Instagram untuk melatih peserta didik dalam berwirausaha dengan berjualan online. Dengan Instagram ini kita bimbing siswa untuk membuat media promosi barang yang mereka jual. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan penjualan pada toko online mereka.

Akhirnya, kita tidak dapat melarang peserta untuk menggunakan medsos, namun kita sebagai pendidik harus bisa mengarahkan agar medsos dapat memberikan manfaat yang positip bagi peserta didik kita.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengubah Ganguan Medsos pada PJJ Menjadi Bermanfaat"

Post a Comment